Category Archives: Tajuk Berita

Revolusi PSSI


Fair play, mungkin hanya slogan ini yang sering kita lihat jika melihat pertandingan sepak bola. Dan FIFA memang menganjurkan untuk selalu di tampilkan jika akan memulai pertandingan, bendera ini selalu di bawa dan dikibarkan di awal pertandingan. Begitu juga dalam pertandingan sepakbola di Indonesia. Bendera atau slogan Fair Play tetap dikibarkan di awal sebelum pertandingan.
Tapi ironis ketika pemain di lapangan sepakbola di Indonesia di minta untuk bermain Fair Play, justru orang diluar lapangan tidak ikut serta dalam Fair play. Mulai dari orang yang dipinggir lapangan sampai para sporter. Memang ada yang patuh tetapi kebanyakan ada yang melanggar. Semua terpengaruh pada pertandingan sepakbola yang ditontonnya.
Continue reading Revolusi PSSI

Advertisements

Belajar dari Mbah Marijan

Arti sebuah Sumpah Pemuda bagi pemuda. Coba kita dari kaum muda berlajar dari mbah marijan tentang suatu hal yang patut dicontoh. Yaitu Tanggungjawab terhadap pekerjaan.

Dahulu mbah marijan adalah seorang abdi dalem kraton Yogyakarta, Tetapi pada tahun 1982 diangkat menjadi juru kunci oleh Sultan Hamengkubuwono ke IX. Selama bertahun-tahun mbah marijan menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan patuh. Amanah yang diberikan kepadanya dari Raja (Sultan HKB IX) dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab. Tidak ada dalam benaknya untuk melanggar amanah tersebut. Menjalankan tugas manjaga Merapi. Tugas yang tidak enteng juga, bahkan cukup berbahaya. Disaat semua masyarakat di minta mengungsi karena bahaya yang mengintai dari awan panas merapi bahakan lahar panasnya. Tetapi tetap teguh dan ikhlas menjalankan tugasnya untuk menjaga Merapi. Dan memeng itu yang diamanahkan Sang Raja kepadanya. Sosok yang polos, taat beribadah, dan supel ini cukup bersahaja di mata masyarakat. Dedikasinya selama hidup sangat luar biasa dalam menjadi juru kunci Gunung Merapi.

Jasad beliau ditemukan dalam posisi sedang bersujud, dan menurut beberapa sumber bahwa beliau sedang melaksanakan sholat saat awan panas turun ke desa kinahrejo. Sebuah tanda orang mulia yang mati dalam keadaan mulia pula.

Amanah yang diemban selama hidupnya tetap dilaksanakan sampai ajal menjemput, konsisten, ikhlas, dan tawadu. Coba sedikit ilmu dari mbah marijan ini dapat diambil oleh para generasi muda. Dalam hal memeringati hari sumpah pemuda, coba belajar dari mbah marijan tentang teguh, ikhlas, tanggungjawab terhadap amanah yang diberikan. Sekecil apapun amanah yang diberikan kepada kita, tetap harus dijaga dan dijalankan. Bukan karena besar kecilnya, bukan karena berat ringannya amanah. Tetapi jalankan dan jaga amanah tersebut.

Dihadapan Allah semua akan dinilai semuanya……

Hidup Mulia dan Mati Syahid……..

Selamat Jalan Mbah Marijan, Semoga Amal Ibadanya diterima……

Terimakasih atas ilmu yang diberikan, semoga menjadi inspirasi bagi kami……….

 

Alam Mulai tak Ramah

Alam sudah tidak ramah lagi. Bukan karena benci pada manusia, tetapi karena ulah manusia. Yang sudah tidak peduli dengan alam. Dalam beberapa hari belakangan ini, kita disuguhkan dengan beberapa bencana. Seperti Banjir di jakarta, tsunami di mentawai, dan yang masih hangat adalah gunung merapi yang mengelurkan lahar panasnya.

Indonesia yang katanya jamrud katulistiwa, beberapa hari ini dihadirkan bencana yang silih berganti. Mulai dari ibukota negara yang lumpuh karena bencana banjir. Bisa dibayangkan Jakarta yang menjadi pusat kota dua hari yang lalu lumpuh total diakibatkan banjir. Banjir di Jakarta bukan hal baru bagi warga Jakarta. Karena dengan hujan kira-kira 2-5 jam saja, jakarta pasti dah tenggelam. Seluruh jalan di jakarta penuh dengan air. Dan akibatnya macet yang berkepanjangan pun terjadi.

tapi apa kata pemerintah sendiri????apa tindakan mereka???tidak sesuai janji.

Tsunami di mentawai juga terjadi. Bencana yang terjadi pada kemarin juga cukup banyak memakan korban yang meninggal, orang hilang, kerusakan harta benda.

Apa yang tejadi???Knp alam memuntahkan apa yang ada di perutnya keluar????

Apa Allah marah sama kita??